Apa Kabar Biogas PP MUS


IMG_0028 IMG_0623

PP MUS, Rabu (6/04). Biogas, kini terasa semakin akrab di kalangan santri PP MUS. Menjelang subuh atau Saat senja hari tiba, terlihat lalu lalang santri yang ingin menuntaskan hajat mereka di sana. Dengan ditutupnya saluran WC di kamar mandi pusat, Biogas menjadi pilihan satu-satunya bagi mereka.

Berjarak sekitar 100 meter dari pondok pusat, Biogas yang dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi ini, mampu mengurangi kepadatan antrean para santri yang ingin buang air saat pagi hari. Hal ini memang menjadi salah satu tujuan pembangunan fasilitas biogas ini, sebuah energi terbaharukan yang sedang digalakkan oleh pemerintah di beberapa pesantren nusantara.

Faslitas yang dibiayai oleh pemerintah ini sejatinya adalah sebuah produsen bahan bakar alternatif gas. Tujuan utamanya adalah untuk mengganti kebutuhan gas LPG para santri yang menggunakan fasilitas dapur. Dengan sistem yang sedemikian rupa, biogas yang bertempat dibagian timur pondok akan disalurkan ke dapur pusat. Dengan begitu diharapkan biaya pengeluaran santri pun akan berkurang.

Namun, sampai berita ini diturunkan 5 April 2016, hanya satu kompor Biogas yang telah berhasil difungsikan. Yaitu Kompor biogas yang berlokasi di dapur Ma’had Tarbiyatul Athfal. Itupun belum bisa digunakan secara maksimal.

“untuk sementara, kami hanya menggunakannya untuk keperluan yang tak begitu seberapa, seperti memasak air, menumis bumbu-bumbu dapur.” kata salah satu staff dapur TA.

Kedepannya, tentu tersirat harapan besar pada pemerintah untuk merealisasikan rencana awal pembuatan biogas komunal ini, agar manfaatnya dapat segera dinikmati oleh seluruh santri.

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *