Beribadah Haji Sambil Bekerja


Haji sambil bekerja

Beribadah Haji Sambil Bekerja

Fatwa Syaikh Yusuf Qordlowi

(dikeluarkan pada 11 September 2014)

Pertanyaan : Bagaimana hukum beribadah haji sambil bekerja (semisal menjajakan dagangan kepada jamaah haji, menyediakan kebutuhan atau melayani mereka dengan dibayar upah)?

Alhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa man walah. Wa ba’du.. Pertanyaan di atas seringkali datang dari para kontraktor haji beserta karyawan-karyawannya, para dokter dan perawat dari berbagai negara yang bertugas memfasilitasi dan melayani para jamaah haji. Pertanyaan yang sama juga dilontarkan oleh para penduduk Mekkah yang menjajakan dagangan ataupun menyediakan makanan serta minuman bagi para jamaah haji. Mereka melaksanakan semua manasik Haji sebagaimana semestinya, hanya saja di sisi lain mereka juga mengeruk keuntungan materi dari pekerjaan masing-masing. Lantas bagaimana hukum ibadah haji mereka menurut syara’ dan apakah mereka mendapatkan pahala?

Tidak diragukan lagi, selama mereka menunaikan segenap rukun Haji dan memenuhi berbagai syaratnya, maka Haji mereka sah menurut syara’ dan mereka diganjar pahala sesuai niat, keikhlasan dan perbuatan mereka sewaktu melaksanakan ibadah Haji. Karena seseorang yang telah berusaha pasti mendapat bagian (pahala) dan akan diganjar sesuai niatnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan seseorang yang telah beramal kebaikan. Meski demikian pahala mereka barang tentu tidak sebanding dengan pahala seseoarang yang melaksanakan ibadah haji tanpa tujuan lain. Namun di sisi lain mereka juga diganjar atas peran mereka dalam mensukseskan dan melancarkan ibadah para jamaah haji.