DAPUR HAUL, RELOKASI DAN PENCARIAN SOLUSI.


IMG_0597 IMG_0600

Guna memenuhi kebutuhan konsumsi ribuan tamu yang hadir dalam acara pengajian umum PP MUS, ketersediaan tempat memasak atau dapur adalah hal yang patut menjadi prioritas utama. Dapur Haul yang dulu berlokasi di sebelah utara, di belakang rubath Manba’ul Ulum (MU) tak akan lagi bisa beroperasi akibat didirikannya Auditorium disana. Oleh karena itu dibutuhkan relokasi dapur Haul yang baru agar kebutuhan konsumsi tamu tetap terpenuhi sebagaimana mestinya.

Lokasi yang tersisa yang memungkinkan untuk dijadikan dapur hanyalah bagian selatan pondok yang berada di komplek Ma’had Tarbiyyatul Athfal. Berlokasi disamping sungai, tempat tersebut merupakan tempat yang biasanya menjadi pembuangan akhir sampah seluruh pondok PP MUS. Dengan sampah yang menggunung, dibutuhkan waktu dan dana lebih untuk menyulapnya menjadi sebuah dapur. Hal ini menjadi Pekerjaan Rumah tersendiri bagi ketua Haul tahun ini.

Dengan mengerahkan kerja puluhan santri setiap harinya, serta kerjasama dengan pihak sukarelawan dari desa Tambakboyo Tuban, maka kini, jelang haul bangunan yang disebut sebagai dapur Haul telah berdiri dan hampir 100 persen siap pakai. Hanya saja masih ada beberapa kendala yang masih sulit diatasi. Diantaranya adalah curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari, mengakibatkan tungku yang langsung beralaskan tanah menjadi tergenang air.

Yasin selaku ketua Koordinator Konsumsi menyampaikan bahwa pihaknya akan mencoba menahan laju air dari bawah tanah dengan beton atau campuran semen dan pasir. ” kami akan melapisi bagian bawah dengan cor beton agar tidak lagi mrembes, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar dapur telah siap digunakan saat acara haul nanti “tandasnya.

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *