HOAX ….. !!! MENYULUT PERPECAHAN UMAT


Ilustrasi-berita-hoax-netz-1-32vgws2wh6ets354w5wzd6-269x267

Di tengah persaudaraan Madinah yang semakin  kuat, para pemimpin kaum Yahudi terus berupaya untuk merusak ukhuwah Islamiyah dan menghalangi berkembangnya dakwah Nabi Muhammad saw. dengan menyebarkan berbagaI isu dan kabar bohong. Seperti Syas bin Qais, tokoh senior Yahudi yang sangat benci dengan persatuan dan kesatuan umat Islam pada waktu  itu.

Diriwayatkan, bahwa pada suatu hari Syais bin Qais berjalan melewati segerombolan umat Islam dari kabilah Aus dan Khazraj yang tengah asyik berkumpul bersama dalam nuansa persaudaraan. Sadar betul persatuan dan kesatuan mereka adalah jalan terjal bagi kepentingan Yahudi, dia menyuruh seorang pemuda Yahudi untuk memprovokasi mereka dengan membuka kembali lembar kelam permusuhan lama Aus dan Khazraj dalam perang Buats dan melantunkan syair – syair provokatif masing – masing pihak yang dulu pernah didengungkan untuk memompa semangat mereka.

Provokasi pemuda Yahudi ini sangat ampuh membangkitkan sentimen kesukuan dan permusuhan kedua kabilah Aus dan Khazraj yang sudah lama terpendam. Isu yang disebar, pada akhirnya bisa sedemikian cepat tersulut seperti api yang membakar semak kering. Dalam sekejap, berarak – arak pasukan dari kedua kabilah siap menghunuskan pedang dan beradu kekuatan. Para loyalis Aus dan Khazraj bersatu dalam barisan masing – masing dengan kobaran api permusuhan yang membara dalam dada sebagaimana yang pernah terjadi di masa jahiliyah.

Berita ini sampai kepada Nabi, lalu beliau segera datang menemui kedua kabilah  bersama beberapa orang Anshar dan Muhajirin. Dengan penuh kebijaksanaan beliau memberi nasihat kepada orang Aus dan Khazraj supaya tenang, berpikir jernih serta tidak mudah terprovokasi oleh pemuda Yahudi yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Setelah mendapat petuah dan nasihat Nabi, orang – orang Aus dan Khazraj pun tersadar bahwa mereka sudah tertipu dengan isu dan kabar bohong Yahudi yang tidak suka dengan persatuan dan persaudaraan mereka, lalu mereka meletakkan senjata dan saling berangkulan sambil meneteskan air mata. Mereka pun kembali bersama Nabi Muhammad saw. dengan ketaatan dan hati yang tenang.

* **

Fakta sejarah di atas menggambarkan betapa potret provokasi dengan isu dan kabar bohong (hoax) yang juga tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari – hari. Terlebih pada era keterbukaan informasi tanpa batas seperti sekarang ini. Oleh karenanya, demi merajut persatuan umat, kita harus cerdas dan cakap meyaring setiap informasi yang kita terima serta megukur validitasnya berdasarkan cita – cita moral al-Qur’an. Kita harus cakap dalam memilih dan memilah mana yang positif dan negatif, mana yang bisa dikonsumsi orang lain dan mana yang tidak, karena semua informasi tidak dapat dikonsumsi semua elemen masyarakat. Wallahu a’lam bisshawwab.

 

 

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *