Lailatul Muwadda’ah PP MUS


muwaddah

Libur telah tiba, seluruh santri PP MUS menyambutnya dengan sebuah Lailatul Muwaddaah pada kamis (12/5). Sesuai tema acara “malam perpisahan”, tentu ada rasa haru yang tercipta, saat harus meninggalkan tempat dan teman yang telang lama menjalani suka duka bersama. Terlebih saat sambutan dari Ust. M Salim yang sebentar lagi “beriqamah” dirumah. Selama 3 tahun berkhidmah sebagai ketua pondok, tentu bukanlah hal yang mudah terlupakan. Meski banyak kendala dan rintangan yang beliau alami, namun dengan bekal cinta kepada masyayikh semuanya berhasil beliau lewati. Dan pada kesempatan terakhir ini beliau berpesan ” kinerja yang telah kami lakukan sampai detik ini, jadikanlah sebagai motivasi agar kedepannya menjadi lebih baik ” hanya sedikit sambutan yang beliau sampaikan kali ini.

Dalam kesempatan ini pula, dibacakan susunan personalia kepengurusan PP MUS tahun ajaran 2016-2017 M/ 1438-1439 H. sesuai hasil keputusan sidang kelengkapan yang dilakukan satu hari sebelumnya. Tak ketinggalan, demi memotivasi santri agar lebih giat belajar, pihak kepengurusan memberikan sebuah apresiasi “santri Teladan” kepada mereka-mereka yang dinilai telah menghabiskan banyak waktunya dengan belajar, tentunya dibarengi dengan akhlaqulkarimah yang melebihi rata-rata. Mereka adalah

  • Arfan Karim-Tuban kelas V Ibtida’
  • Febrian Fathullah-Probolinggo Kelas III Tsanawy
  • Fahruddin Amin-Jepara Kelas I Aliyah

Tampakkanlah santri-mu saat berlibur

Sebagai penutup, KH Said Abdurrochim menyampaikan beberapa pesan bagi para santri yang akan berjumpa dengan keluarga dan menikmati vasilitas satelah ini. Beliau menyampaikan, meskipun liburan menjadi agenda wajib dipondok, namun bukan berarti aktivitas belajar ikut diliburkan (berhenti). Belajar(mencari ilmu), menurut beliau bisa dilakukan dengan cara apapun, semisal berdiskusi dan berbagai interaksi dengan orang lain. Bahkan 70 % ilmu yang kita peroleh didapatkan dari adanya interaksi.

Evaluasi diri atau muhasabatunnafsi juga menjadi fokus beliau pada titik akhir ini. “Masa akhir, mengevaluasi/menengok kebelakang sangat berfaedah dan manfaat terpenting bagi siapapun”. Bahkan bagi yang selama ini sudah tekun belajar, tetap harus mengintrospeksi diri, karena pasti masih ada kekurangan. Dan bagi yang kurang aktif, harus belajar dari kesalahan yang telah dilakukan. Karena kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *