Mengumandangkan Adzan Saat Menguburkan Jenazah


adzan di pemakaman

Fatwa Syekh Isma’il Ustman Al Yamani Al Makki

Mengumandangkan Adzan Saat Menguburkan Jenazah

بسم الله الرحمن الرحيم 

Segala puji bagi Allah swt dengan pujian yang dapat melapangkan dada dan menerangi penglihatan hati. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada tuan kita Muhammad, pemuka seluruh makhluk, dan kepada para keluarga beliau, para sahabat beliau dan para pengikut mereka hingga hari pembalasan tiba.

أما بعد

Salah satu ulama’ dari Indonesia telah berkunjung kerumah saya di makkah mukarromah. Beliau menyodorkan beberapa pertanyaan dan meminta saya untuk menjawabnya agar dapat dipetik faedah oleh pembaca dan orang yang membutuhkan jawaban-jawaban tersebut. Setelah itu saya merasa perlu untuk menulis jawaban dari masing-masing pertanyaan yang telah di sodorkan kepada saya.

Pertanyaan:

Apakah memang di sunahkan mengumandangkan adzan saat menguburkan jenazah di liang kubur? Mohon penjelasannya dari pendapat para ulama’, karena hal ini sudah menjadi kebiasaan di daerah kami, Jawa dan Madura.

Jawaban:

Mengumandangkan adzan saat menguburkan jenazah di liang kubur bukanlah hal yang dilarang dan pasti terdapat faedah baik secara umum maupun khusus.

Adapun faedah umum tersebut adalah karena memandang sisi keumuman adzan dan iqomah adalah dzikir. Sedangkan dzikir kepada Allah di saat meletakkan mayyit di liang kubur adalah hal yang terpuji. Adapun faedah khususnya adalah memandang bahwa adzan dan iqomah dapat mengusir syetan.

Namun karena beliau penanya meminta penjelasaan dari pendapat para ulama’ maka di dalam kitab I’anah Attholibin terdapat keterangan ”Ketahuilah bahwa mengumandangkan adzan saat menguburkan jenazah di liang kubur tidaklah di sunnahkan. Namun ada ulama’ yang berpendapat berbeda, bahwa mengumangkan adzan di saat meletakkan mayyit di liang kubur hukumnya sunnah dengan menganalogikan orang yang keluar dari dunia dengan orang yang baru masuk kedunia”. Ibnu Hajar dalam Syarah Al-Ubab mengatakan “Namun jika mayyit di letakkan di liang kubur bersamaan dengan dikumandangkan adzan maka mayyit tersebut akan diringankan pertanyaan-pertanyaan kuburnya ”.

Yang dimaksud dengan “menganalogikan orang yang keluar dari dunia” adalah di saat meninggal dunia dan di letakkan di liang kubur. Sedangkan yang dimaksud  dengan “orang yang baru masuk kedunia” adalah anak yang baru lahir, karena mengumandangkan adzan di telinga kanan anak yang baru lahir hukumnya sunnah. Jadi ulama’ yang berpendapat bahwa hukumnya sunnah mengumandangkan adzan saat menguburkan jenazah di liang kubur menganalogikan dengan kesunahan mengumandangkan adzan ketika baru lahir, supaya di saat seseorang baru lahir kedunia di barengi dengan dzikir kepada Allah, begitu pula di saat ia meninggalkan dunia menuju akhirat sesuai dengan faedah yang telah di sebutkan di dalam kitab I’anah Attholibin di atas.

Penerjemah: M. Syakir

والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والماّب.