Merayakan Valentine days, bolehkah?


no-valentines-day

Siapa yang tidak mengerti perayaan valentine day?

Petanyaan ini tidaklah sulit di jawab, apalagi pada era globalisasi sekarang ini. bagi kawula muda, di momen yang terkenal dengan “hari kasih sayang” ini dirayakan dengan berbagai macam ekspresi. Mulai ketemuan dengan pasangan, memberikan coklat, nge-date, pesta miras & sabu-sabu bahkan ada yang sampai melakukan pergaulan bebas tanpa batas, na’udzubillah min dzalik.

Menurut pepekstif islam, bagaimanakah hukum merayakan valentine day yang dilakukan oleh seorang muslim?

Valentine day adalah tradisi yang berasal dari kaum katolik barat sebagai wujud terimakasih atas pahlawan mereka . Kemudian oleh para kaum orientalis tradisi tersebut dibawa hingga menjalar hingga sampai ke berbagai tempat termasuk ke Indonesia. Budaya ini seakan sudah mengakar kuat di negeri ini. Bagaimana tidak mereka mengklaim hari ini adalah hari kasih sayang yang harus ditunjukan kepada orang tercinta. Padahal menyayangi dan mencintai mereka tidak harus hari valentine, tetapi bisa ditunjukan sepanjang hari. Inilah salah satu bentuk kebudayaan yang salah kaprah dari orang –orang barat.

Dalam suatu riwayat hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar  diterangkan bahwasanya:

“من تشبه بقوم فهو منهم”

Artinya : “barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dalam golongannya”

Hadits di atas menggunakan redaksi قوم  yang mempunyai arti yang umum, sehingga kaum manapun yang diserupai maka akan menjadikannya masuk dalam golongan tersebut. Termasuk dalam kategori tersebut juga golongan kafir, ahli bid’ah dan fasik.

Dalam kitab subulus salam karya al Imam Muhammad bin Ismail al Amir as Shon’ani dijelaskan bahwa hadis diatas menunjukan jika seorang muslim menyerupai golongan kaum fasiq maka ia akan masuk ke dalam golongan mereka. Jika ia menyerupai orang kafir, atau mubtadi’ah (orang yang membuat model baru dalam syari’at) meliputi segala aspek yang khusus (bagi orang kafir) seperti menyerupai pakaian, kendaraan atau bahkan tingkah laku maka para Ulama bependapat “jika ia menyerupai dalam pakaian khusus serta mempunyai keyakinan yang sama dengan mereka maka dihukumi kafir, akan tetapi jika tidak meyakininya maka ada perbedaan pendapat antara para ulama, diantaranya ada yang mengatakan kafir, pendapat ini sesuai dengan dzohirnya hadis, adapula yang mengatakan mereka belum kafir, akan tetapi harus di ajari tata krama.

Sayyid Abdurrohman bin Muhammad Ba’alawi al Hadromi Dalam kitab bughyatul mustarsyidin menerangkan bahwa adakalanya seseorang berpakaian seperti orang kafir disebabkan oleh condong terhadap agama dan menyerupai syiar mereka atau adakalanya ia berjalan bersama ke tempat ibadahnya, maka yang seperti itu dihukumi telah keluar dari islam. Dan adapula yang tidak mempunyai tujuan seperti itu tetapi hanya bermaksud menyerupai mereka denga meramaikan hari raya orang kafir atau bertransaksi dengan cara yang dilegalkan, maka yang seperti itu ia terkena dosa, sedangkan jika tidak mempunyai tujuan sama sekali tetapi hanya kebetulan saja serupa dengan orang kafir maka hukumnya makruh.

Dari keterangan diatas bisa ditarik benang merah jika seseorang merayakan hari valentine dan mengekspesikannya dengan berbagai macam cara termasuk dengan memberikan hadiah berupa cokelat atau yang lainnya maka hukumnya haram dan dianggap murtad jika mempunyai kecondongan hati terhadap orang kafir atau bahkan mempunyai keyakinan yang sama. Hal ini karena ia meniru trend dan gaya orang mereka dan ikut serta berpartisipasi merayakan hari raya mereka dengan hati yang senang dan ridho akan keyakinan mereka, sedangkan hal ini dilarang oleh syariat. Tetapi jika ia tidak mempunyai keyakinan seperti itu maka hukumnya haram dan berdosa.

Jika di kaji lebih lanjut unsur keharaman merayakan valentine day ternyata tidak hanya sebatas itu. Kholwat/berdua dengan orang non muhrim, melihat dengan disertai syahwat bahkan menyentuh lain jenis juga menjadi alasan lain yang memperkuat akan keharaman perayaan hari valentine. Wallahu a’lam.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *