TAHLIL BERSAMA SELANGKAH KE PUNCAK ACARA PERINGATAN HAUL KE-50 PP MUS


TAHLIL UMUM tahtiman2

Pasukan berbaju putih nampak tengah teduh bersama-sama membacakan tahlil teruntuk masyayikh muassis PP MUS Sarang, tempat mereka menimba ilmu salaf, satu ilmu yang kian meredup terkalahkan oleh modern zaman.

 

Mengenang, merenenungi, mengikuti, serta membuat lestari jejak serta perjuangan masyayikh dalam berjihad adalah tujuan mereka mengikuti acara Tahlilan Massal seluruh Santri ber-plat Madrasah Ghozaliyyah Syafi’iyyah pada Kamis pagi, 28 April 2015.

 

Masih dalam Untaian acara peringatan Rojabiyyah dan haul 50 PP MUS, tahlilan MGS termasuk agenda acara yang wajib ada. Seluruh siswa MGS diundang untuk hadir memperingati Haul dengan tahlil bersama di komplek maqbarah Serut PP MUS. Mbah Mun, sapaan akrab KH Maimoen Zubair, sebagai mudir Amm MGS, memberikan sedikit mauidhoh di akhir acara. Dan tak ketinggalan, seluruh masyayikh serta asatidzah MGS, turut hadir dalam acara ini.

 

Masih berlokasi di tempat yang sama, acara Tahlil dilaksankan sekali lagi disana. Bertemakan Tahlil Umum, para hadirin tentunya berasal dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda. Termasuk juga para alumni PP MUS yang meluangkan wktunya untuk turut ngalap barokah masyayikh mereka dalam moment besar ini. Pihak panitia konsumsi memperkirakan, tamu yang hadir tahun ini lebih banyak dari tahun sebelum-sebelumnya. “kami sudah mempersiapkan sekitar 5000 lebih Kotak nasi, dan semuanya habis, itu belum termasuk ratusan tamu undangan yang kami sajikan dengan piring”.

 

Acara dimulai tepat pukul setengah dua, dengan pembacaan 100 kali surah Al-ikhlas, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin oleh KH Muhammad Ainul Yaqin (kingking Tuban) Dan diikuti oleh seluruh santri. Selanjutnya Pembacaan Tahlil dipimpin langsung oleh KH. Abdurrozzaq Imam (Binangun Lasem). Dan untuk kedua kalinya, KH. Maimoen zubeir berkenan untuk menyampaikan Mauidhoh dalam Tahlil Umum ini.

 

 

Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *